Barabai (MAN 4 HST) - Tim monitoring dana BOS kemenag Hulu Sungai Tengah melakukan pemeriksaaan dan evaluasi atas pertanggung jawaban penggunaan dana BOS yang telah berjalan pada separuh tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Rabu, 03 Juni 2025 bertempat di perpustakaan Baitul Hikmah MAN 4 Hulu Sungai Tengah.

Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan dan penggunaan Dana BOS di MAN 4 Hulu Sungai Tengah telah dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis, prinsip transparansi, akuntabilitas, serta mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan di madrasah.

Kedatangan Tim Monitoring ini disambut langsung oleh Kepala Madrasah, Kepala Tata Usaha, Bendahara BOS, dan Tim Pengelola Dana BOS MAN 4 Hulu Sungai Tengah.

Kepala MAN 4 Hulu Sungai Tengah, Masripani, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan monitoring yang dilakukan oleh Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana evaluasi sekaligus pembinaan agar pengelolaan Dana BOS semakin baik dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Kami menyambut baik kegiatan monitoring ini sebagai bentuk pendampingan dan pengawasan dalam pengelolaan Dana BOS. Masukan dan arahan dari tim monitoring sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi dan keuangan madrasah," ujarnya.

Sementara itu, Tim Monitoring dari Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Tengah memberikan sejumlah arahan terkait pengelolaan administrasi, penyusunan laporan, serta pentingnya menjaga tertib dokumentasi sebagai bentuk pertanggungjawaban penggunaan dana negara. Tim juga mengapresiasi upaya MAN 4 Hulu Sungai Tengah dalam melaksanakan program-program yang didukung oleh Dana BOS untuk menunjang kegiatan pembelajaran dan pengembangan Madrasah.

Monitoring dilaksanakan secara aktif, tahap pertama yang dilaksanakan adalah penyampaian pertanggung jawaban penggunaan dana BOS oleh Kepala Madrasah MAN 4 Hulu Sungai Tengah, selanjutnya adalah kegiatan pemeriksaan dan diskusi atas laporan yang telah di sampaikan sesuai dengan juknis penggunaan dana BOS, dan terakhir adalah sesi penyampaian akhir monitoring oleh Tim monitoring.

Dari pemeriksaan yang telah dilakukan, tidak ada penyimpangan besar yang terjadi pada pertanggung jawaban dana BOS di MAN 4 Hulu Sungai Tengah. Yang ada hanya terdapat beberapa evaluasi yang memerlukan perbaikan umum dari administrasi pertanggung jawaban penggunaan dana BOS di MAN 4 Hulu Sungai Tengah.

Melalui kegiatan monitoring ini, diharapkan pengelolaan Dana BOS di MAN 4 Hulu Sungai Tengah dapat terus berjalan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel sehingga mampu memberikan manfaat yang optimal bagi peserta didik serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri 4 Hulu Sungai Tengah.  Red/Ft: Henny

Barabai (MAN 4 HST) – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Hulu Sungai Tengah resmi membuka kegiatan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap Tahun Ajaran 2025/2026 melalui apel pagi yang khidmat pada Senin (25/05/2026) di halaman utama madrasah. Kegiatan penting ini dihadiri langsung oleh segenap dewan guru, staf tata usaha, panitia pelaksana, serta seluruh peserta didik yang akan mengikuti ujian.
​Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kurikulum, Rina Fatriyana. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa ASAS bukan sekadar alat ukur pencapaian akademik, melainkan juga ujian integritas bagi para siswa. Beliau berpesan agar seluruh siswa mengerjakan soal dengan jujur, percaya pada kemampuan diri sendiri, serta tetap menjaga kesehatan selama pekan ujian berlangsung.
​Selaras dengan hal tersebut, Ketua Panitia ASAS, Adina Rahmini, memberikan arahan teknis mengenai tata tertib pelaksanaan ujian. Beliau mengingatkan peserta didik untuk selalu disiplin, hadir tepat waktu, serta mematuhi semua regulasi yang telah ditetapkan panitia demi kelancaran bersama. Kehadiran penuh dewan guru dalam apel ini menjadi suntikan motivasi bagi para siswa sebelum mereka diarahkan menuju ruang ujian masing-masing dengan tertib. Pelaksanaan ASAS Genap di MAN 4 HST ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan ke depan dengan harapan dapat berjalan sukses, lancar, dan melahirkan prestasi yang gemilang. (Humas)

Barabai (MAN 4 HST) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Hulu Sungai Tengah (HST) resmi memulai babak baru dalam pembinaan karakter peserta didik. Pada Senin (14/04/26) madrasah ini sukses mengimplementasikan standar prosesi upacara bendera terbaru yang merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SEB) 3 Menteri Nomor 9 Tahun 2026. Upacara yang berlangsung khidmat di halaman utama madrasah tersebut dipimpin langsung oleh Ita Karmila Sari selaku Pembina Upacara.

Dalam amanatnya, Ita Karmila Sari menekankan bahwa transformasi prosesi upacara ini bukan sekadar perubahan formalitas protokoler, melainkan sarana krusial untuk menanamkan nilai-nilai fundamental pada diri siswa. "Transformasi ini adalah upaya kita memperkuat disiplin, cinta tanah air, dan yang paling utama adalah menumbuhkan semangat anti-perundungan di lingkungan madrasah," tegasnya. Implementasi standar baru ini ditandai dengan penyertaan lagu "Rukun Sama Teman" serta pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia, yang menjadi simbol komitmen madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, aman, dan penuh integritas.

Suasana khidmat tersebut kemudian ditutup dengan momen apresiasi yang membanggakan melalui penyerahan trofi bagi siswa dan guru berprestasi. Sebanyak tiga siswa resmi menerima penghargaan atas keberhasilan mereka meraih juara pada cabang olahraga Karate tingkat Provinsi. Prestasi ini kian lengkap dengan pencapaian gemilang salah satu tenaga pendidik MAN 4 HST yang berhasil menyabet Juara 2 Nasional pada Olimpiade Mata Pelajaran Bahasa Inggris.

Penyerahan trofi yang dilakukan oleh Kepala Madrasah, Masripani, di hadapan seluruh peserta upacara ini menjadi bukti nyata bahwa di bawah standar aturan baru, penguatan karakter di MAN 4 HST berjalan beriringan dengan capaian prestasi akademik maupun non-akademik yang luar biasa. Langkah ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga madrasah untuk terus berinovasi dan menjaga keharmonisan dalam ekosistem pendidikan.