Terima Mini Lokakarya dari BKKBN, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Diperkenalkan kepada PTK MAN 4 HST

Barabai (MAN 4 HST) – Dalam upaya menumbuhkan kesadaran akan pentingnya peran ayah dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS) menggelar kegiatan mini lokakarya Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) untuk para Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) MAN 4 Hulu Sungai Tengah (HST), Selasa (27/8/25)

Mini lokakarya yang berlangsung di aula MAN 4 HST ini dihadiri oleh seluruh dewan guru dan staf tata usaha. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan GATI sebagai salah satu inisiatif BKKBN dalam membangun ketahanan keluarga melalui penguatan peran ayah sebagai teladan di lingkungan rumah tangga dan masyarakat.

Dalam pemaparan materi, narasumber dari BKKBN Kecamatan LAS menjelaskan bahwa ayah memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter anak dan penciptaan lingkungan keluarga yang sehat, harmonis, dan mendukung tumbuh kembang optimal.

“Kami ingin membangun kesadaran bahwa peran ayah sangat vital dalam keluarga. Melalui GATI, para ayah diharapkan bisa menjadi teladan dalam membentuk generasi yang berkualitas—baik dari sisi moral, emosional, maupun spiritual,” ujar narasumber dari BKKBN.

Plt. Kepala MAN 4 HST, Muhammad Miftahurrahman, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini dan menilai bahwa topik yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan saat ini, baik di lingkungan keluarga maupun pendidikan.

“Kegiatan ini sangat positif dan memberikan wawasan baru bagi kami sebagai pendidik. Semoga semangat menjadi ‘Ayah Teladan’ tidak hanya berhenti dalam rumah tangga, tetapi juga dapat kami implementasikan dalam pembinaan siswa di madrasah,” ujarnya.

Salah satu guru yang mengikuti kegiatan, Irwan Dinata Saputera, juga menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya topik yang diangkat dalam mini lokakarya ini.

“Kegiatan ini membuka wawasan kami, khususnya tentang peran ayah dalam pendidikan karakter anak. Selama ini mungkin peran itu lebih banyak dibebankan kepada ibu, padahal peran ayah sangat penting dan tidak bisa diabaikan. Saya pribadi merasa termotivasi untuk lebih aktif hadir secara emosional di tengah keluarga,” ujar Irwan.

Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini sebaiknya juga melibatkan orang tua siswa secara langsung.

“Akan sangat baik jika kegiatan seperti ini juga bisa diikuti oleh para orang tua murid, sehingga pesan tentang pentingnya peran ayah bisa sampai langsung ke rumah-rumah,” tambahnya.

Melalui mini lokakarya ini, para PTK MAN 4 HST diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang turut menyuarakan pentingnya keterlibatan ayah dalam mendidik dan membentuk generasi emas Indonesia.