Barabai (MAN 4 HST) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar Rapat Dinas Bulanan, Senin (21/10/26), guna mengevaluasi pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di tengah meningkatnya ancaman kabut asap di wilayah Pantai Hambawang. Rapat yang dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan tersebut berlangsung di ruang dewan guru dengan menerapkan agenda evaluasi secara menyeluruh.
Langkah ini diambil sebagai bentuk respon cepat madrasah terhadap penurunan kualitas udara akibat kabut asap yang mulai mengganggu aktivitas warga. Pihak madrasah menilai perlu adanya penyesuaian skema pembelajaran demi menjaga keselamatan, kesehatan, serta kenyamanan seluruh murid dan tenaga pendidik dari bahaya gangguan pernapasan.
Dalam arahannya, Kepala MAN 4 HST, Masripani, menegaskan bahwa peralihan skema belajar dari tatap muka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tidak boleh mengorbankan mutu pendidikan. Pelaksanaan kelas daring harus tetap dikelola secara profesional dan terencana agar siswa tetap mendapatkan pemahaman materi yang optimal.
“Jikapun pembelajaran dilaksanakan secara daring melalui PJJ, proses belajar mengajar harus tetap berjalan secara maksimal. Guru harus kreatif dan memastikan hak belajar murid terpenuhi tanpa sekadar memberi penumpukan tugas,” ujar Masripani di hadapan para peserta rapat.
Selain mematangkan skema PJJ dan penanganan dampak kabut asap, rapat dinas ini juga mengoreksi capaian target kurikulum bulanan serta kedisiplinan administrasi mengajar para guru. Melalui evaluasi berkala ini, MAN 4 HST berkomitmen untuk terus menjaga mutu pendidikan sekaligus memprioritaskan kesehatan seluruh warga madrasah. Red/ft: dirr